Jumat, 24 Mei 2019

Yuk Mengenal Bagian Sistem Saraf !


Sebagai sebuah sistem saraf bekerja sebagai sesuatu yang saling berhubungan untuk mencapai sesuatu secara berkesinambungan melalui rangkaian proses. Proses ini berjalan sangat cepat sehingga aksi dan reaksi bisa terjadi seketika. Sistem saraf sendiri terbagi pada dua bagian yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Masing-masing sistem saraf ini memiliki fungsi yang berbeda. Sistem saraf pusat adalah bagian pengolah informasi dan pengatur semua hal di dalam tubuh. Sistem saraf tepi adalah bagian yang mengantarkan perintah dan menggerakkan bagian atau organ tubuh sesuai dengan perintah sistem pusat. Kerusakan pada salah satu bagian bisa mengakibatkan kerusakan pada bagian lain pada tubuh karena sifatnya yang saling berhubungan. 

Sistem saraf pusat memiliki fungsi utama dalam pengaturan tubuh. Segala jaringan dan sel saraf dalam tubuh diatur oleh sel saraf pusat yang tersebar di otak kecil, bagian atas otak besar, sumsum tulang belakang dan sumsum lanjutan. Jaringan pada otak bahkan tersebar ke dalam tulang tengkorak sedangkan pada sumsum terdapat bagian yang ada didalam ruas tulang belakang. Di dalam sistem saraf ini juga terdapat jaringan saraf penghubung antara bagian-bagian pada otak dan sistem saraf pusat. Jaringan ini disebut jembatan varol dan berfungsi sebagai media pertukaran informasi antar bagian otak. Jembatan varol menghubungkan otak kecil kiri dan kanan serta menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

Bagian dari sistem saraf pusat terdiri dari otak besar yang berfungsi untuk pengolahan informasi dan perintah, serta penyimpanan. Sistem ini kemudian dilengkapi dengan otak kecil yang memiliki fungsi koordinasi dan keseimbangan. Bagian pada otak besar cederung lebih terlindungi karena cairan cerebrospinal namun jika cidera terjadi kemungkinan besar akan terjadi gangguan ingatan. Pada otak kecil, cidera akan mengakibatkan permasalahan keseimbangan dan gangguan koordinasi.

Sumsum lanjutan merupakan bagian yang menghubungkan antara otak dan tulang belakang. Fungsinya meliputi berbagai kinerja refleks seperti bersin, berkedip, batuk dan muntah. Sebagai bagian dari sistem pusat bagian ini akan menerima dan mengirimkan semua informasi untuk diolah ke otak. Bagian ini juga dilibatkan dalam pernapasan dan berbagai kerja sistem otonom pada tubuh. Kinerja dari sumsum lanjutan dilakukan bersamaan dengan sumsum tulang belakang yang merupakan pusat pengatur gerak refleks.

Sistem saraf tepi memiliki dua bagian yaitu otonom dan kranial. Pada bagian kranial sistem saraf berfungsi untuk mengkoordinasikan seluruh gerakan sadar. Sistem ini tidak memiliki kapasitas untuk memproses perintah jadi segala hal yang disalurkan melalui bagian ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan di sistem pusat. Sistem saraf ini juga memiliki bagian pengumpul informasi melalui reseptor yang kemudian akan diserahkan pada sumsum lanjutan.

Sistem saraf otonom merupakan sistem saraf yang mengatur kinerja otot atau bagian tubuh yang tidak dikendalikan secara sadar. Ada banyak hal seperti ini dan tidak terbatas pada jantung atau gerakan alat pencernaan saja. Sistem ini memiliki hubungan dengan saraf pusat dan dapat menerima perintah sampai tingkat tertentu sebagai efek dari rangsangan. Hal ini dibuktikan melalui kejadian dimana gangguan atau rangsangan terhadap sistem saraf pusat bisa mempengaruhi tekanan darah, denyut jantung atau saluran pencernaan.

Setiap bagian dari sistem saraf ini memiliki hubungan yang erat sehingga akan menghasilkan efek saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem komunikasi antara masing-masing kelompok terjadi melalui impuls yang bisa berarti perintah, informasi atau rangsangan. Efek dari setiap impuls bisa berbeda pada berbagai keadaan dan secara serentak juga menghasilkan gerakan tubuh atau pengaruh lain pada bagian otonom. Cidera pada bagian tubuh tertentu juga akan mengakibatkan reaksi pada bagian tubuh lain sebagai hasil dari pengolahan dan penyebaran impuls yang beredar dari otak. Pengujian kelayakan sistem saraf dan kemampuannya bekerja dengan baik bisa dilihat dari kelistrikan tubuh yang menyalurkan setiap impuls dalam bentuk aliran listrik. Bagian tubuh dengan kelistrikan minimum akan menjadi indikasi kerusakan pada sistem tertentu dan perlu ditelusuri penyebabnya. Pemahaman sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi akan sangat membantu bagi setiap orang yang merasakan kejanggalan pada tubuh mereka.

0 komentar:

Posting Komentar