Jumat, 27 September 2019

Antara Elektrik atau Gas, Mana Kompor Pilihan Kamu?

Sumber: pinterest.com
Berbicara soal urusan dapur rasanya belum lengkap jika tidak ada benda yang satu ini yakni, kompor. Alat masak utama yang wajib dimiliki untuk urusan memasak, pastinya kalian sudah akrab dong dengan alat masak yang satu ini. Semakin berkembangnya zaman sekarang ini banyak jenis dan bentuk kompor yang semakin beragam, tentunya kita lebih sering  menjumpai kompor gas dan kompor listrik kan? 
Biasanya, kebanyakan orang lebih memilih menggunakan kompor gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari, tetapi jika kita lalai menyimpan dan menggunakan tabung gas elpiji bisa-bisa terjadi ledakan pada tabung gas. Jangan sampai kejadian deh! 
Namun, jika berbicara tentang kompor listrik apakah benar jika kompor ini lebih aman ketimbang kompor gas? Sekarang ini banyak bermunculan tentang spekulasi keamanan dan potensi listrik yang berbahaya mengenai kompor listrik ini. Pada dasarnya, kompor listrik dan kompor gas ini memang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, biar lebih jelasnya lagi, yuk kita simak tentang kelebihan dan kekurangan mengenai kompor listrik dan kompor gas berikut ini. 
Kelebihan Kompor Listrik

Sumber: pinterest.com

Kompor listrik memiliki keunggulan terhadap keamanan saat memasak, resiko yang terjadi seperti kebakaran atau ledakan juga terbilang sangat kecil. Kamu juga bisa mengatur suhu pada kompor listrik ini sesuai dengan keinginanmu, jika dipikir-pikir lagi sebenarnya kompor jenis ini terbilang cukup murah lho, walaupun daya yang dibutuhkannya juga cukup besar. 

Tidak hanya itu, kompor listrik ini juga tidak akan menimbulkan polusi ketika sedang memasak dan memiliki permukaan yang rata sehingga kompor ini sangat cocok untuk memasak menggunakan panci. Selain aman digunakan untuk memasak,  kompor jenis ini juga mempunyai desain yang sangat modern dan pastinya mudah untuk dibersihkan. Lebih asik nya lagi nih, kamu tidak perlu lagi repot-repot melakukan pergantian gas seperti kompor gas pada umumnya. 


Kekurangan Kompor Listrik

Sumber: pinterest.com
Walaupun kompor listrik ini mempunyai banyak kelebihan, tetapi disisi lain kompor jenis ini juga mempunyai kekurangan yang harus kamu cermati. Jika di rumahmu terjadi pemadaman listrik, otomatis kamu tidak bisa menggunakan kompor listrik ini untuk memasak. Konsumsi daya yang dibutuhkan untuk kompor ini juga terbilang cukup besar yakni sebesar 300-600 watt. Selain itu, kamu juga tidak bisa menggunakan peralatan memasak yang berbahan aluminium. 

Kelebihan Kompor Gas

Sumber: pinterest.com
Selain kelebihan dan kekurangan kompor listrik di atas ini, kompor gas ini juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa kamu cermati. Kompor jenis ini memiliki biaya kompor gas yang terbilang lebih murah ketimbang kompor listrik yang membutuhkan daya listrik yang  cukup besar. 
Selain itu, kamu juga bisa memperbesar dan memperkecilkan api dengan sesuka hati. Permukaan yang dimiliki kompor jenis ini pun berbentuk bulat ataupun tidak rata. Dengan menggunakan kompor gas ini,  kamu akan mudah mematangkan masakan kamu dengan cepat. Hal tersebut dikarenakan kompor ini mampu menghasilkan api yang dapat menyebar secara merata.

Kekurangan Kompor Gas

Sumber: pinterest.com
Dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki kompor gas ini, namun dibalik itu semua ada beberapa resiko besar yang bisa mengancam kamu ketika menggunakan kompor gas, semacam terjadi ledakan atau kebocoran yang sewaktu-waktu bisa terjadi oleh sebab keteledoran dalam pemasangan tabung gas elpiji yang tidak benar. Selain itu, kamu juga perlu mengganti tabung gas ini secara berkala.

Nah, itulah tadi beberapa poin penting mengenai kompor gas dan kompor listrik yang sudah kamu cermati diatas. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk memilih menggunakan kompor yang kamu inginkan. 

Senin, 09 September 2019

Kenali Gejala Sindrom Geriatri pada Lansia dan Penanganannya dengan Menyimak Ulasan Berikut!


Saat usia semakin bertambah, kondisi fisik dan mental semakin mengalami penurunan sehingga lebih rentan terkena penyakit. Hal ini seperti yang terjadi pada orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun misalnya, dimana berbagai penyakit terbilang sangat mudah menyerang dikarenakan daya tahan tubuh yang semakin menurun. Memiliki penyakit di usia tua tentu membuat kualitas hidup menjadi berkurang. Dan agar kondisi tidak semakin parah, perlu perawatan dan penanganan yang optimal. Penyakit yang diderita pada lansia, umumnya sering dikarenakan efek dari kebiasaan buruk yang dilakukan selama bertahun-tahun selama masa muda, seperti pola makan yang tinggi lemak dan kalori, merokok, dlsb. Sehingga terkadang jenis penyakit yang diderita saat lansia sangatlah kompleks. Paket keluhan kesehatan yang khas terjadi pada orang lanjut usia ini sering disebut juga dengan sindrom geriatri.

Sindrom yang satu ini merupakan kumpulan gejala atau masalah kesehatan yang seringnya terjadi pada lansia dikarenakan adanya penurunan fungsi tubuh dan kejiwaan, kondisi sosial ekonomi, hingga karena faktor perubahan drastis lingkungan di sekitarnya. Contoh yang paling mudah adalah mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini disebabkan karena di usia lanjut, nafsu makan hilang terjadi dipicu oleh kondisi fisik yang menurun, terutama pada fungsi indera penciuman dan perasa. Sehingga makanan yang dikonsumsi terasa hambar di lidah dan terasa tidak nikmat. Namun hilangnya nafus makan ini juga bisa disebabkan oleh faktor psikologi.

Sindrom geriatri ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius pada lansia. Mulai dari gangguan fungsi organ, hingga yang paling fatal adalah resiko kematian. Sindrom ini ditandai dengan berbagai masalah kesehatan yang mengidap tubuh lansia, mulai dari gangguan kognitif, gangguan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, dan gangguan mobilitas. Setidaknya ada 6 kategori yang termasuk sebagai sindrom ini, yaitu:

1. Berkurangnya kemampuan gerak.
Hal ini biasanya disebabkan karena minimnya aktivitas tubuh dan penyakit yang diderita. Kurangnya kemampuan bergerak pada lansia sering menyebabkan mudah terjatuh saat berjalan.

2. Sering mengalami jatuh hingga patah tulang.
Hal ini disebabkan karena mengalami gangguan keseimbangan yang disebabkan oleh gangguan organ keseimbangan (sensor motorik) dan gangguan penglihatan. Kondisi sering jatuh dan mengalami patah tulang bisa memicu trauma fisik maupun psikososial pada lansia.

3. Sering mengompol (inkontinensia urin).
Inkontinensia urin merupakan kondisi kesehatan dimana tidak mampu menahan keluarnya urin di saat yang tidak tepat atau tiba-tiba keluar tanpa disadari. 

4. Mengalami demensia.
Kondisi kesehatan yang satu ini terbilang cukup sering terjadi pada lansia. Demensia, meliputi penurunan daya ingat, penurunan fungsi kognitif, perubahan perilaku, penurunan fungsi otak, dll sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. 

5. Delirium.
Delirium merupakan kebingungan akut yang ditandai dengan gelisah, berbicara ngelantur, ketakutan, susah mengalihkan perhatian, dll.

6. Menarik diri dari lingkungan sekitar (isolasi diri).
Hal ini bisanya disebabkan karena merasa depresi, berkurangnya kemampuan fisik, kesendirian, dll.

Untuk mengatasi berbagai gejala dari sindrom geriatri ini, Anda bisa melakukan berbagai cara berikut:

  1. Membantu lansia belajar berdiri dan berjalan secara perlahan-lahan.
  2. Melakukan olahraga dan fisioterapi pasa kondisi lansia yang sering jatuh dan patah tulang. Selain itu juga memberikan asupan yang kaya akan kalsium, serta menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  3. Mengkonsumsi obat, stimulasi saraf, atau operasi untuk inkontinensia urin.
  4. Konseling antara pasien dan keluarga.
  5. Menawarkan aktivitas sosial atau dukungan.