Senin, 09 September 2019

Kenali Gejala Sindrom Geriatri pada Lansia dan Penanganannya dengan Menyimak Ulasan Berikut!


Saat usia semakin bertambah, kondisi fisik dan mental semakin mengalami penurunan sehingga lebih rentan terkena penyakit. Hal ini seperti yang terjadi pada orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun misalnya, dimana berbagai penyakit terbilang sangat mudah menyerang dikarenakan daya tahan tubuh yang semakin menurun. Memiliki penyakit di usia tua tentu membuat kualitas hidup menjadi berkurang. Dan agar kondisi tidak semakin parah, perlu perawatan dan penanganan yang optimal. Penyakit yang diderita pada lansia, umumnya sering dikarenakan efek dari kebiasaan buruk yang dilakukan selama bertahun-tahun selama masa muda, seperti pola makan yang tinggi lemak dan kalori, merokok, dlsb. Sehingga terkadang jenis penyakit yang diderita saat lansia sangatlah kompleks. Paket keluhan kesehatan yang khas terjadi pada orang lanjut usia ini sering disebut juga dengan sindrom geriatri.

Sindrom yang satu ini merupakan kumpulan gejala atau masalah kesehatan yang seringnya terjadi pada lansia dikarenakan adanya penurunan fungsi tubuh dan kejiwaan, kondisi sosial ekonomi, hingga karena faktor perubahan drastis lingkungan di sekitarnya. Contoh yang paling mudah adalah mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini disebabkan karena di usia lanjut, nafsu makan hilang terjadi dipicu oleh kondisi fisik yang menurun, terutama pada fungsi indera penciuman dan perasa. Sehingga makanan yang dikonsumsi terasa hambar di lidah dan terasa tidak nikmat. Namun hilangnya nafus makan ini juga bisa disebabkan oleh faktor psikologi.

Sindrom geriatri ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius pada lansia. Mulai dari gangguan fungsi organ, hingga yang paling fatal adalah resiko kematian. Sindrom ini ditandai dengan berbagai masalah kesehatan yang mengidap tubuh lansia, mulai dari gangguan kognitif, gangguan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, dan gangguan mobilitas. Setidaknya ada 6 kategori yang termasuk sebagai sindrom ini, yaitu:

1. Berkurangnya kemampuan gerak.
Hal ini biasanya disebabkan karena minimnya aktivitas tubuh dan penyakit yang diderita. Kurangnya kemampuan bergerak pada lansia sering menyebabkan mudah terjatuh saat berjalan.

2. Sering mengalami jatuh hingga patah tulang.
Hal ini disebabkan karena mengalami gangguan keseimbangan yang disebabkan oleh gangguan organ keseimbangan (sensor motorik) dan gangguan penglihatan. Kondisi sering jatuh dan mengalami patah tulang bisa memicu trauma fisik maupun psikososial pada lansia.

3. Sering mengompol (inkontinensia urin).
Inkontinensia urin merupakan kondisi kesehatan dimana tidak mampu menahan keluarnya urin di saat yang tidak tepat atau tiba-tiba keluar tanpa disadari. 

4. Mengalami demensia.
Kondisi kesehatan yang satu ini terbilang cukup sering terjadi pada lansia. Demensia, meliputi penurunan daya ingat, penurunan fungsi kognitif, perubahan perilaku, penurunan fungsi otak, dll sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. 

5. Delirium.
Delirium merupakan kebingungan akut yang ditandai dengan gelisah, berbicara ngelantur, ketakutan, susah mengalihkan perhatian, dll.

6. Menarik diri dari lingkungan sekitar (isolasi diri).
Hal ini bisanya disebabkan karena merasa depresi, berkurangnya kemampuan fisik, kesendirian, dll.

Untuk mengatasi berbagai gejala dari sindrom geriatri ini, Anda bisa melakukan berbagai cara berikut:

  1. Membantu lansia belajar berdiri dan berjalan secara perlahan-lahan.
  2. Melakukan olahraga dan fisioterapi pasa kondisi lansia yang sering jatuh dan patah tulang. Selain itu juga memberikan asupan yang kaya akan kalsium, serta menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  3. Mengkonsumsi obat, stimulasi saraf, atau operasi untuk inkontinensia urin.
  4. Konseling antara pasien dan keluarga.
  5. Menawarkan aktivitas sosial atau dukungan.

0 komentar:

Posting Komentar