Rabu, 18 September 2019

Kenali Tanda Buah di Kulkas Sudah Tidak Baik Dikonsumsi


Sekitar 20 persen dari semua buah dan sayuran yang dipanen setiap tahun berakhir di tempat sampah karena pembusukan mikroba, menurut tinjauan April 2016 yang diterbitkan dalam Food Microbiology: Principles into Practice. Beberapa terkontaminasi dengan bakteri atau jamur, sementara yang lain menjadi buruk karena suhu tinggi, oksidasi atau peningkatan kelembaban. Mikroorganisme pembusuk dapat memengaruhi produk segar kapan saja selama panen, penanganan, distribusi, atau penyimpanan.

Terkadang, penyebabnya adalah gas etilen, hormon tanaman yang mempercepat pematangan buah. Saat buah mencapai kematangan, warna, tekstur, rasa, dan kandungan nutrisinya akan berubah. Polyphenol oxidase (PPO), enzim yang terjadi secara alami pada tumbuhan dan hewan, juga berperan. 

Sebagian besar buah menghasilkan gas etilen. Aprikot, jambu biji, pisang, alpukat, pepaya, dan mangga hanyalah beberapa di antaranya. Untuk alasan ini, mereka tidak boleh disimpan di sebelah sayuran dan kacang polong yang peka terhadap etilen seperti kol, kembang kol, terong, daun bawang, jamur atau selada air.

Buah ceri dan buah-buahan lain yang telah berubah warna dan teksturnya mungkin juga mengandung jamur, terutama bila disimpan dalam kondisi hangat dan lembab. Namun, beberapa jamur dapat tumbuh pada makanan yang didinginkan juga. Buah-buahan lunak, seperti buah persik dan pisang, dapat terkontaminasi di bawah permukaan dan harus segera dibuang.

Makanan dapat memburuk dengan cepat karena perubahan biokimia alami atau pertumbuhan bakteri. Proses-proses ini memengaruhi rasa, bau, tekstur, dan penampilannya, kata Institute of Food Technologists. Buah-buahan sangat rentan terhadap Bacillus, Clostridium, Erwinia carotovora dan spesies bakteri lainnya. Mereka juga dapat terkontaminasi dengan jamur, seperti Aspergillus dan Penicillium.

Bakteri yang bertanggung jawab atas kerusakan buah tidak menyebabkan keracunan makanan, kata para pakar di Michigan State University Extension. Namun, ini tidak berarti bahwa buah tersebut aman atau dapat dimakan. Selain bakteri pembusuk, mereka mungkin terkontaminasi oleh virus, jamur dan mikroorganisme lainnya. 

Michigan State University Extension menyarankan agar tidak mengonsumsi makanan yang berbau atau tidak enak. Juga, perhatikan perubahan teksturnya. Jika buah-buahan di kulkas hemat energi milik Anda lembek atau berlendir, lebih aman untuk membuangnya. Belilah lemari es Panasonic untuk menjaga ketahanan buah dan sayur lebih lama dengan fitur Econavi.

0 komentar:

Posting Komentar