Jumat, 10 Januari 2020

Pengertian Inkontinensia Tinja, yang Wajib Diwaspadai!


Sumber: dictio.id

Mungkin, kamu masih asing dengan istilah inkontinensia tinja. Akan tetapi, bisa saja kamu pernah mengalami keadaan di mana kamu ingin buang air besar, dan tidak bisa menahannya sehingga tinja atau feses keluar begitu saja. Hal tersebut tentu saja akan sangat mengganggu, lalu apabila terjadi ketika kamu sedang di luar rumah, hal tersebut akan sangat memalukanmu. Nah, kondisi dari ketidakmampuanmu dalam menahan buang air besar adalah pengertian inkontinensia tinja.

Orang yang bisa mengalami inkontinensia tinja, biasanya orang-orang yang sudah lansia dan wanita yang pernah mengalami persalinan secara normal lebih dari dua kali. Hal ini dikarenakan sistem dari otot-otot yang berada di bagian bawah tubuh tidak lagi berfungsi dengan baik atau tidak lagi normal.

Penyebab

Penyebab mengapa seseorang bisa mengalami inkontinensia tinja di antaranya diare, sembelit, kerusakan saraf serta  penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Karena penyebab dari adanya inkontinensia tinja ini ialah ketidakberfungsian dari otot yang mengendalikan pembukaan anus, dan juga seringkali dikait-kaitkan dengan prosesnya penuaan manusia, cedera yang terjadi pada saraf, serta otot-otot pada anus dan juga rektum.

Setelah mengetahui pengertian inkontinensia tinja, ada pun beberapa penyebab lain yang bisa dirasakan oleh orang yang mengalami penyakit ini dilansir dari honestdocs.id, di antaranya:

  • Cedera yang terjadi ketika wanita melakukan persalinan, seperti cedera panggul.
  • Cedera neurologis.
  • Penonjolan yang terjadi pada rektum melewati anus atau biasa disebut dengan prolapsus rektum.
  • Pikun atau orang yang mengidap penyakit alzheimer.
  • Orang yang mengalami cedera pada urat saraf di tulang belakang maupun cedera pada anus.
  • Orang yang mengalami stroke.
  • Orang yang menderita diabetes.
  • Orang yang mengalami tumor pada anus.
Sedangkan menurut alodokter.com, selain pengertian inkontinensia tinja, penyebabnya adalah:

  • Rusaknya sfingter anus
  • Rusaknya saraf yang berfungsi untuk mengontrol sfingter anus
  • Orang yang melakukan pembedahan yang biasanya untuk penyembuhan wasir, atau masalah-masalah lain yang bersangkutan dengan anus atau rektum.
  • Rectal Prolapse atau kondisi di mana rektum yang turun sampai ke anus.
  • Rectocele atau kondisi di mana rektum yang menonjol keluar sampai ke vagina (untuk wanita).
  • Ruang rektum yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung feses atau tinja menjadi terbatas.
  • Pemakaian obat pencahar yang terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Gejala

Gejala yang umum terjadi pada orang yang mengalami inkontinensia tinja sering sekali dihubungkan dengan penyakit pencernaan. Untuk orang yang sudah dewasa, memang sangat jarang ditemukan kecuali sedang mengalami diare yang kronis, misalnya diare yang membuat feses menjadi sangat cair sehingga tidak bisa dikendalikan, atau penderita yang buang angin tanpa bisa mencegah keluarnya feses.

Maka dari itu, gejala pada inkontinensia tinja memang mirip dengan gejala pada masalah pencernaan. Seperti contohnya adalah sakit perut atau mulas, anus atau pantat yang seperti terbakar atau panas bahkan ada yang merasakan gatal, perut yang kembung, mengalami inkontinensia urine, konstipasi, dan nyeri atau terasa kram pada perut.

Jika kamu melihat ada darah pada feses yang keluar, harap segera untuk menghubungi dokter dan lakukan konsultasi untuk mendapatkan perawatan serta pengobatan yang cocok dan tepat. Tujuannya agar mengetahui apakah kamu benar-benar mengidap inkontinensia tinja atau tidak. Darah yang keluar juga bisa berasal dari infeksi usus besar dan juga rektum.

Itulah ulasan mengenai pengertian inkontinensia tinja yang harus kamu waspadai. Karena kamu sudah mengetahui penjelasan, penyebab, serta gejala, kamu bisa lebih memperhatikan kondisi kesehatan pencernaan baik untuk dirimu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu. Semoga artikel ini bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar