Jumat, 03 April 2020

Perbedaan Hutang Jangka Panjang Dan Pendek


Hutang selalu menjadi solusi keuangan yang cukup efektif dalam beberapa masalah keuangan. Bahkan utang dapat menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi beberapa orang. Dapat pula dijadikan sebagai suatu bentuk investasi yang sangat menguntungkan di masa depan. 

Secara garis besar, utang terbagi ke dalam 2 jenis yaitu utang jangka panjang dan utang jangka pendek. Kedua jenis utang ini dibedakan bukan hanya sekedar berdasarkan tempo / jangka utang, tetapi juga manfaat dibalik utang itu sendiri. 

Hutang Jangka Panjang 

Utang jangka panjang memiliki tempo yang relatif lama. Minimal tempo utang jangka panjang selama 1 periode akuntasi hingga tidak terbatas. Utang jangka panjang pun dapat berlangsung selama puluhan tahun. Contoh utang jangka panjang yaitu kredit lahan / rumah. 

Benefit dari utang jangka panjang dapat membuat nilai aset meningkat. Entah itu dalam bentuk pembelian aset tidak bergerak dan bergerak ataupun investasi. Begitu pula dengan keuntungan dapat terlihat jelas dengan laporan keuangan dalam satu periode menggunakan BukuKas. 

Apabila utang jangka panjang ini merupakan akibat dari membeli barang yang kelak akan dijual kembali, maka dapat dimanfaatkan terlebih dahulu sebelum dijual. Hasil dari penjualan tersebut digunakan membayar utang / memenuhi kebutuhan lain yang bersifat urgent / mendesak. 

Kelebihan dari utang jangka panjang yaitu dapat membuat modal menjadi lebih kuat. Tingkat rasio ekuitas juga jauh lebih jelas. Sehingga kemampuan untuk membayar / melunasi utang tidak dapat diragukan. 

Bagi sebuah perusahaan / bisnis, hal ini dapat mudah menarik investor untuk menanamkan modal dengan adanya jaminan jika sewaktu – waktu tidak dapat mengembalikan modal seutuhnya. 

Hutang Jangka Pendek 

Sementara itu untuk utang jangka pendek memiliki tempo yang sangat singkat dan kurang dari 1 tahun. Di akuntansi, utang jangka pendek sistem pelunasannya selalu tercatat secara periodik dalam laporan keuangan

Tujuan dari utang jangka pendek sangat sederhana. Tujuannya pun hanya sekedar memenuhi kebutuhan dan mempercepat perputaran finansial. Setelah utang jangka pendek ini lunas, kondisi finansial akan kembali seperti semula dan mengurangi pengeluaran pasiva. 

Karena mempunyai tempo yang sangat singkat, utang jangka pendek jauh lebih mudah untuk dipantau. Semua laju pengeluaran pasiva dapat dicatat di dalam BukuKas. Hal ini dapat menekan biaya pengeluaran untuk lebih mementingkan pengeluaran pasiva terlebih dahulu. 

Contoh utang jangka pendek yaitu hutang barang / jasa. Utang ini terjadwal akibat transaksi pembelian barang / jasa yang berasal dari pihak luar. Untuk barang / jasa tersebut dapat bersifat dapat dijual kembali / tidak. 

Demikianlah perbedaan antara hutang jangka panjang dan pendek. Meskipun kedua utang tersebut termasuk pengeluaran pasiva, namun mempunyai manfaat untuk meningkatkan aktiva jika digunakan dengan bijak. Untuk mengukur nilai aktiva yang timbul dapat menggunakan fitur neraca BukuKas. Aplikasi BukuKas ini merupakan aplikasi keuangan gratis yang dapat dimiliki dengan mudah. 

0 komentar:

Posting Komentar