Selasa, 27 Oktober 2020

Cegah Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak Semenjak Kehamilan dengan 4 Langkah ini


Gejala penyakit jantung dapat terjadi pada siapa saja dengan berbagai rentang usia. Risiko tinggi bukan hanya dimiliki para orangtua, tapi juga anak-anak dan kaum muda. Bahkan ibu hamil juga memiliki risiko sama tingginya.

Oleh sebab itu, seorang ibu hamil harus dijaga kondisi fisik maupun mentalnya agar terhindar dari berbagai kondisi yang bisa menyebabkan janin di dalam kandungan terinfeksi berbagai penyakit. 

Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi

Agar si kecil tidak menjadi penderita penyakit jantung bahkan sebelum dilahirkan ke dunia, ada baiknya orangtua terutama ibu melakukan beberapa langkah pencegahan seperti berikut ini:

1. Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Hamil

Sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk memiliki momongan, ada baiknya kedua belah pihak melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Terutama pemeriksaan darah seperti pemeriksaan TORCH. Hal ini akan berguna untuk mendeteksi berbagai penyakit yang bisa mengganggu kehamilan.

Penyakit yang diketahui lebih dini dapat diobati sejak awal dan meminimalkan risiko. Selain itu, dokter juga bisa melakukan berbagai langkah pencegahan maupun pengobatan untuk membantu kehamilan.

2. Hindari Rokok, Obat-obatan Terlarang, dan Alkohol

Gejala penyakit jantung sangat sering dipicu oleh asap rokok, penggunaan obat terlarang, dan konsumsi alkohol berlebihan. Hal ini pun dapat berpengaruh buruk pada kehamilan dan si janin sejak di dalam kandungan.

Sangat tidak disarankan bagi Anda yang merencanakan kehamilan untuk merokok, mengonsumsi obat terlarang, juga meminum alkohol. Apalagi jika sudah hamil, konsumsi salah satunya akan menyebabkan banyak masalah pada janin dan bisa berakibat fatal di masa depan.

3. Konsultasikan ke Dokter Sebelum Memutuskan Hamil

Sebenarnya, tidak semua wanita aman untuk hamil. Dalam kondisi tertentu wanita bisa saja mengalami bahaya ketika hamil. Oleh sebab itu, perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk hamil.

Terutama bagi Anda calon ibu yang menderita diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Lakukan konsultasi dengan dokter sehingga dapat melakukan hal benar dan tepat pada masa kehamilan. Selain itu, mengonsumsi obat penyakit tertentu bisa berbahaya bagi janin sehingga perlu dilakukan dengan izin dokter.

4. Perhatikan Usia Saat Hamil

Selain faktor diatas, ternyata usia si ibu ketika hamil juga perlu diperhatikan. Ibu yang terlalu mudah bisa mengalami bahaya apabila hamil karena rahim belum siap. Begitupula ibu berusia di atas 35 tahun, kehamilan merupakan risiko tinggi apalagi jika punya riwayat medis diabetes atau hipertensi.

Apabila mengalami kondisi ini, ibu harus sering melakukan pemeriksaan prenatal di dokter kandungan agar bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit gagal jantung pada si bayi nantinya.

Berbagai gejala penyakit jantung apabila dapat dideteksi lebih dini dapat mengurangi risiko terjadinya kematian. Terutama apabila terjadi penyakit jantung bawaan pada anak, harus dilakukan pemeriksaan rutin agar kondisi anak tetap terjaga dan terhindar dari risiko bahaya berakibat kematian.

0 komentar:

Posting Komentar